Pengikut

Ahad, 12 Mei 2013

KENAL PENYAKIT HATI SEBELUM TERLAMBAT


Penyakit Hati Menurut Agama Islam dan Penangkalnya


Setiap manusia tentu memiliki hati. Hati inilah yang mempengaruhi tabiat dan sifat seseorang. Apabila hati ini baik, maka manusia tersebut akan memiliki sifat yang terpuji. Namun jika hati yang dimiliki seorang manusia telah penuh dengan niat jahat, dapat dipastikan bahwa tingkah laku orang tersebut tidak akan jauh dari tindakan yang merugikan orang lain. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Muhammad saw:
“Ketahuilah, sesungguhnya pada setiap jasad ada sekerat daging, apabila dia baik maka baik seluruh anggota jasad, apabila dia jelek maka jelek semua anggota jasad, ketahuilah dialah hati.” (HR. Bukhori)


Perubahan sifat yang ada dalam hati ini terjadi dengan sangat cepat. Semua itu terjadi semata karena kekuasaan yang dimilii Allah SWT. Dia-lah yang membolak-balikkan hati manusia sesuai dengan kehendak-Nya. Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut:
“Dinamakan hati (al-qolbu) karena cepatnya berubah.”(HR. Ahmad)
“Perumpamaan hati adalah seperti sebuah bulu di tanah lapang yang diubah oleh hembusan angin dalam keadaan terbalik.” (HR. Ibnu Abi Ashim)
“Sesungguhnya hati-hati anak Adam berada di antara dua jari-jari Alloh layaknya satu hati, Dia mengubah menurut kehendak-Nya.” (HR. Muslim)
“Ya Alloh, Dzat yang membolak-balikkan hati, condongkanlah hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.” (HR. Muslim)


Penyakit-penyakit hati tersebut dapat diketahui dengan melihat perilaku yang ditampilkan oleh seseorang dalam kesehariannya. Perilaku yang mencerminkan rosak dan sakitnya hati seseorang  di antaranya adalah:
1.    Melakukan kedurhakaan dan dosa
Di antara manusia ada yang melakukan kedurhakaan terus-menerus dalam satu jenis perbuatan. Ada pula yang melakukan dalam beberapa jenis bahkan semuanya dilakukan dengan terang-terangan, padahal Rosululloh bersabda:
“Setiap umatku akan terampuni kecuali mereka yang melakukan kedurhakaan secara terang- terangan.” (HR. Bukhori)


2.    Merasakan kekerasan dan kekakuan hati
Keras dan kakunya hati seseorang membuat orang itu tidak memiliki sensitifitas terhadap masalah-masalah yang menimpa saudaranya sesame muslim. Hal ini karena ia tidak akan mampu dipengaruhi oleh apapun juga, dan hanya akan bertumpu pada keinginan pribadinya.


3.    Tidak tekun beribadah
Ketekunan dalam beribadah merupakan sesuatu hal yang wajib kita laksanakan. Dalam beribadah kita harus benar-benar memperhatikan dengan seksama setiap gerakan dan ucapan/bacaan serta doa. Sedangkan orang yang hatinya mulai diliputi oleh “penyakit” tidak akan mampu tekun dan memperhatikan apa yang dilakukannya dalam beriadah.


4.    Malas dalam ketaatan dan ibadah
Kalaupun ia beribadah, maka ibadah tersebut hanyalah sekedar rutinitas belaka, dan “kosong”. Masuk dalam kategori ini ialah perbuatan–perbuatan yang tidak dilakukan dengan mempedulikan nilai dari perbuatan tersebut atau meremehkan waktu-waktu yang tepat untuk melakukannya. Misalnya, melakukan sholat-sholat di akhir waktu, atau menunda-nunda haji padahal sudah ada kemampuan untuk melaksanakan.


5.    Perasaan gelisah dan resah karena masalah yang dihadapi
6.    Tidak tersentuh kandungan ayat-ayat suci Al Qur’an
7.    Lalai dalam dzikir dan doa
8.    Lalai dalam amar ma’ruf nahi munkar
Bara ghiroh dalam hati telah padam, tidak menyuruh kepada yang ma’ruf, tidak pula mencegah dari yang mungkar. Pada puncaknya, dia tidak mengetahui yang ma’ruf dan tidak mengetahui yang mungkar. Segala urusan dianggap sama.

9.    Gila kehormatan dan popularitas
Termasuk di dalamnya, gila terhadap kedudukan ingin tampil sebagai pemimpin yang menonjol dan tidak dibarengi dengan kemampuan yang semestinya.
“Sesunguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemiminan dan hal ini akan menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR. Bukhori)


10.    Bakhil dan kikir atas hartanya
Allah SWT memuji orang-orang Anshor dengan firman-Nya:
“… dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. al-Hasyr [59]: 9)
Rosulullah saw bahkan bersabda :
“Tidaklah berkumpul pada hati seorang hamba selama-lamanya sifat kikir dan keimanan.” (HR. Nasai)


11.    Mengakui apa-apa yang tidak dilakukannya
Padahal penyakit ini yang menjadikan binasanya umat terdahulu. Alloh berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, mengapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Alloh bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. ash-Shof : 2–3)


12.    Bersenang-senang diatas penderitaan umat muslim
13.    Hanya pandai menilai kadar dosa yang dilakukan dan tidak melihat pada siapa dosa itu dilakukannya
14.    Tidak peduli pada penderitaan sesama muslim
15.    Mudah memutuskan tali silaturahmi/persaudaraan
16.    Senang berbantah-bantahan yang mneyebabkan hatinya keras dan kaku
17.    Sibuk dalam urusan dunia semata
18.    Suka berlebih-lebihan


PENYEMBUHAN

Perilaku tersebut diatas dapat dijadikan indikator awal akan adanya penyakit pada hati seseorang. Meskipun demikian, kita dapat menyembuhkan hati yang sakit tersebut dengan beberapa cara. Hal ini untuk mempertahankan keimanan yang ada dalam hati kita.
Rosulullah saw menggambarkan dalam salah satu sabda Beliau bahwa keimanan seorang hamba diibaratkan sebagai pakaian yang dibutuhkan untuk diperbaharui setiap saat. Beliau saw juga menggambarkan keimanan ibarat menatap bulan, terkadang bercahaya terkadang gelap, manakala bulan tersebut tertutup oleh awan maka hilanglah sinar dari rembulan tersebut, ketika gumpalan-gumpalan awan menghilang maka nampak kembali cahaya bulan tersebut.
Juga sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw :
“Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah dia mengubah dengan tangannya, jika dia tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian adalah selemah-lemah iman.” (HR. Bukhari)


1.    Membaca dan menyimak Al Qur’an
Allah SWT telah memastikan bahwa al-Qur’an adalah penawar dari penyakit, penerang dan cahaya bagi hamba Allah yang dikehendaki-Nya. Firman Allah SWT :
“Dan Kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman….” (QS. al-Isra’ : 82)


2.    Merasakan keagungan Allah SWT
Banyak dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang mengungkap tentang keagungan Alloh. Jika seorang muslim memperhatikan nash-nash tersebut, niscaya akan bergetar hatinya dan jiwanya akan tunduk kepada Dzat yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui sebagaimana firman Allah :
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. al-An’am: 59)


3.    Mencari dan mempelajari ilmu agama
Yaitu ilmu yang bisa menghasilkan rasa takut kepada Allah SWT dan menambah nilai keimanannya. Tidak akan sama keadaan orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui.


4.    Banyak berdzikir
Dengan berdzikir kepada Allah SWT keimanan bertambah, rohmat Allah datang, hati tenteram, para malaikat datang mengelilingi mereka, dosa-dosa terampuni. Rosulullah saw bersabda:
“Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, andaikata kamu tetap seperti keadaanmu di sisiku dan di dalam berdzikir, tentu para malaikat akan menyalami kamu di atas tempat tidurmu dan tatkala dalam perjalanan.” (HR. Muslim)


5.    Memperbanyak amal sholeh
Banyak hal yang dapat digunakan sebagai lading amal sholeh bagi kita. Sedangkan bentuk dan cara memperbanyak amal sholeh diantaranya adalah:
• Sesegera mungkin melaksanakan amal sholih
• Melaksanakan amal sholih secara terus-menerus
• Tidak gampang bosan dan capai dalam melaksanakannya
• Mengulang beberapa amal sholih yang terlupakan
• Senantiasa berharap apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT


6.Rajin melakukan ibadah
Di antara rahmat Allah SWT ialah dengan diberikan-Nya beberapa macam peribadatan, sebagiannya berbentuk fisik seperti sholat, sebagiannya berbentuk materi seperti zakat, sebagiannya berbentuk lisan seperti dzikir dan do’a. Bahkan satu jenis ibadah bisa dibagi kepada wajib, sunnah, dan anjuran. Yang wajib pun terkadang terbagi kepada beberapa bagian. Berbagai jenis ibadah ini memungkinkan untuk dijadikan sebagai penyembuh dari penyakit hati atau lemahnya keimanan.
7.Takut meninggal dalam keadaan su’us khotimah
8. Banyak mengingat mati
Rasulullah saw bersabda:
“Perbanyaklah mengingat penebas segala kelezatan, yakni kematian.” (HR. Tirmidzi)


Di antara solusi yang efektif untuk mengingatkan seseorang terhadap kematian ialah dengan berziarah kubur, mengunjungi orang sakit, mengiringkan jenazah, dan lain-lain.

9.Selalu ingat akan tibanya hari akhir
10.Menelaah firman-firman Allah SWt yang terkait dengan peristiwa alam
11.Bermunajat dan pasrah kpeada Allah SWT
12.Tidak terlalu mengharap dunia
13.Banyak melakukan ibadah hati
14.Berdo’a kepada allah SWT agar dijaga keimanan kita

Sabtu, 23 Mac 2013

JANGAN BERASA DIRIMU BETUL

  dihormati adalah normal, keinginan dihargai adalah normal, keinginan dimuliakan juga normal, namun menjadi tidak normal jika kita diperbudak oleh keinginan dihormati, keinginan dipuji dengan perbuatan riak.

Dan lebih buruk lagi keinginan itu membuat kita menjadi sombong, merasa lebih mendustakan kebenaran. Padahal ada jalan untuk menjadi mulia dan jalan inilah yang harus kita tempuh…

Rasulullah saw bersabda :
“Man tawādho’a rafa’allahu, waman takabbarā wdhawa’allahu”
Barang siapa yang rendah diri/ hati, maka Allah akan memuliakannya
Dan barang siapa yang sombong/besar diri, maka Allah akan menghinakannya .

Ahli kitab berkata:
“Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab segala sesuatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam , maka tidak sempurna hasil buahnya”

Pohon yang akarnya mencengkam ketanah akan kukuh, ditiup angin, dihempas taufan, diterjang badai tetap kukuh.

Tetapi pohon yang akarnya tidak mencengkam ketanah disiram air akan goyah, dihempas angin rusak, diterjang badai hancur.. apalah ertinya.
Kalau ingin menjadi pribadi yang kukuh, maka kuncinya tanamlah diri ini di bumi kerendahan hati, bukan rendah diri.. tapi rendah hati.
makin rendah hati makin dimuliakan, makin tinggi hati semakin dihinakan..
Oleh karena itu, jalan menuju kemuliaan, jalan menuju orang yang ditinggikan derajatnya oleh Allah, kuncinya adalah menjadi orang-orang yang tawadduk, orang-orang yang sentiasa rendah hati..

Kesombongan, ketakaburan adalah jalan paling pintas yang menghinakan diri kita, kerendahan hati itulah jalan yang utama yang membuat kita akan mulia dunia dan insya Allah akhirat kelak.

-Jadi kelebihan yang membuat sombong itu menjadi sebuah kekurangan besar-
kita diberikan kelebihan rezeki kemudian kita menjadi takabur itu juga menjadi kekurangan.

Kita dinaikan kedudukan oleh Allah lantas menjadi petangtang-petengteng  maka menjadi kekurangan..
maka setiap kenaikan sesuatu ilmu, kedudukan, penampilah, jabatan atau ibadah selalu berjuang untuk tawadduk. Karena peluang itu ada maka jika tidaka dilatih jatuh kita menjadi hina.

Rendah hati atau rendah diri?
Kalau rendah hati adalah ciri hati yang sihat, karena dia berhasil mengendalikan dirinya untuk tidak sombong, karena itu penyakit hati.

Rendah diri adalah penyakit, namanya penyakit tidak habis… orang yang rendah diri itu dia kufur nikmat, bahasa kasarnya. Karena dia lebih melihat kekurangan yang ada pada dirinya dari pada nikmat Allah yang melimpah. Misalkan tangan agak bengkok sebelah, padahal sekujur tubuh sihat, akal sihat.. tetapi dia sibuk saja melihat dan memikirkan tangan yang bengkok, sehingga dia malu kemana-mana hanya karena sebuah kecacatan. Dia tidak mensyukuri nikmat yang besar hanya karena sesuatu yang dianggap musibah. Padahal bisa jadi tangan yang bengkok itu perlindungan dari Allah supaya dia lebih dekat dan memohon kepada Allah, atau boleh jadi Allah memberikan cacat karena Allah akan memberikan pahala besar kesabaran dan Allah menjadikan kekurangan cacatnya itu untuk menggerakan orang-orang yang sihat.

Maka orang yang rendah hati adalah hati yang sihat buah dari kemampuan mengendalikan diri untuk tidak sombong, sedangkan orang yang rendah diri adalah orang yang berpenyakit hati, karena dia tidak mensyukuri nikmat yang besar hanya mengfokus pada kekurangan yang kecil.

biar sekali, maka jangan sampai rendah diri, tapi rendah hati.
Kita harus hati-hati dalam menilai orang lain sombong, Karena siapa tahu ketika dalam menilai orang lain sombong, yang pertama jangan sampai kita mengangap orang itu sombong karena terluka olehnya..

“Ah.. orang itu sombong gila, kita mengucapkan salam dia tidak mahu jawab…”
Padahal dia tidak berniat sombong hanya kurang mendengar.. mungkin dia sedang berfikir tentang anaknya yang sakit, mungkin sedang agau..

Pertama kita harus mencari 1001 alasan untuk tidak bersangka buruk, tapi betul kalau dalam kenyataannya dia sombong, menunjuk sebenarnya, bersikap munafik, tidak mahu mendapatkan  nasihat,. dia ingin selalu menang sendiri. Maka kalau kita rendah hati, kemudian dia menjadi munafik. kita harus bantu orang itu supaya tahu bahwa kesombongannya itu jelek.
Menurut Imam Ali, rendah hati kepada orang yang sombong ini tidak benar.
Jadi sombong dalam tanda kutip kepada orang yang sombong ini sebagian dari amal ma’ruf nahi munkar..

“saudara sebaiknya tidak usah pamerkan begitu.. ada teman kami yang punya kereta lebih bagus juga tetap rendah hati..”

“saudara mungkin kalau saudara lebih rendah hati akan lebih utama, karena saudara itu tidak menunjuk mcm saudara.”

-Nah kita mengucapkan sesuatu yang lebih tinggi supaya orangnya sampai tidak sombong-

Tetapi yang paling penting adalah jangan sampai kita melihat orang sombong dan pada saat yang sama kita juga menjadi sombong.

Apakah caranya supaya tawadduk??.. ingat nabi Muhammad adalah puncak kejayaan,.

*Caranya pertama adalah jangan melihat orang lain lebih rendah dari kita..
ini adalah latihan
-          Lihat anak-anak.. siapa tahu anak ini masih sedikit dosanya, dari pada saya..
-          Lihat orang tua.. oh orang tua ini lebih banyak pahalanya karena sudah lebih lama beramalnya..
-          Lihat yang tergelincir berbuat dosa, siapa tahu dia berbuat dosa karena belum tahu ilmunya.. berbeza dengan kita
-          Lihat orang miskin, dia tidak banyak sedekah.. karena tidak ada dan lamal buat kita..
Pendek kata melatih diri kita agar tidak menganggap orang lain lebih rendah dari kita.

*Dan yang kedua, kita harus cuba bagaimana menyikapi orang lain dengan sikap memuliakan
Cara menunjuk… Muhammad menunjuk tidak pernah menjuk dengan telunjuk, tetapi dengan tangan terbuka, Nabi Muhammad ke mesjid tidak dapat tempat, beliau duduk dimana saja tidak ingin diutamakan.

Nabi Muhammad mengerjakan pekerjaan rumah sendiri,…
Latih untuk berterima kasih, latih jika menyuruh dengan mengucapkan “ tolong,,, maaf,,, terima kasih,,, dibantu oleh pembantu, terimakasih.. dibantu oleh pedagang yang sederhana terima kasih… latihan untuk tetap berterima kasih.
Orang sombong sulit berterima kasih, kalau mahu suruh suruhlah dengan cara yang paling sopan, yang membuat orang terlihat tidak lebih rendah dari kita.
Kalau menolak, menolaklah dengan cara yang lebih santun sehingga kita tidak melukai hatinya..

Latih mengerjakan pekerjaan yang kita anggap rendah, dan bergaul dengan orang yang rendah hati.. sedikit saja kita sombong akan terasa..

Orang-orang yang rendah hati, tawadho itu indah sekali, sejuk.. menyenangkan sekali akhlaknya. Tapi orang yang takabur, sombong… petangtang-petenteng sok kaya, sok hebat, sok keren, sok berkuasa.. dia menyebalkan dihati kita. Berarti kalau kita berperilaku sama kitapun menyebalkan dihati orang lain.

Melihat disekitar kita menjadi pelajaran.. kalau kita tidak suka terhadap orang sombong jawabannya satu, kita jangan meniru perilaku sombong.
Rendah hati yang diangkat derajat oleh Allah adalah yang ikhlas, bukan karena ingin disebut rendah hati, tetapi agar diterima oleh Allah SAW..

Apakah rendah diri selalu jelek??
Yang jelek itu rendah diri dihadapan manusia, tetapi rendah diri dihadapan Allah adalah sah dan harus..dihadapan manusia rendah hati. Rendah diri dihadapan manusia itu penyakit hati.

Ahli hikmah berkata:
“maksiat dosa yang menimbulkan rasa rendah diri dan membutuhkan rahmat Allah, lebih baik dari perbuatan ta’at yang membangkitkan rasa sombong, ujub dan besar diri”

Abu Madian ra. Berkata:
“perasaan rendah diri seorang yang telah berbuat maksiat dan dosa itu lebih baik, dari kesombongan seorang yang ta’at”

Tentu saja Huraian ini bukan menganggap remeh dosa, tetapi apalah artinya kita ta’at yang membuat kita melakukan dosa besar, yaitu sombong.. kita sholat, kita bisa ngaji tetapi sholat dan ngajinya membuat ujub, berarti solat dan ngajinya kurang betul, karena solat yang baik adalah mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

Kalau dengan amal kita menjadi sombong berarti amalnya seperti amal akhirat, tetapi tujuannya dunia, yaitu pujian dan penghargaan dari mahluk.

Ada yang berbuat dosa tetapi dengan dosanya itu dia benar-benar terpuruk takut sekali, dia tobat dengan tobat yang sunguh-sunguh sehingga dapat mengahapuskan dosa-dosa yang dilakukannya. Inilah orang yang tergelincir, kemudian menyikapi tergelincirnya itu dengan takut, rendah merasa nista dihadapan Allah, dan ini akan membuat ampunan Allah bisa jadi mengangkat derajat dia, itulah sebabnya jngan meremehkan orang-orang yang berdosa kemudian tobat. Karena siapa tahu tobat dia membuat dia lebih tinggi derajatnya dari pada kita yang merasa hebat dengan banyak mal shaleh…Mungkin kita tidak pernah tinggal serumah, tidak pernah tinggal setiap saat.. kita tidak pernah tahu amalnya, mungkin dalam pandangan kita dia banyak kekurangannya, tapi mungkin kita tidak tahu shsdekahnya mungkin berapa banyak, tobatnya berapa mendalam.. kita tidak tahu kekhusyuan shalatnya.

Berhentilah melihat orang lain hanya karena kita merasa lebih mempunyai kedudukan, kaya, pangkat duniawi atau karena ilmunya.. karena merendahkan orang lain tidak akan menolong perubahan apapun, bahkan menjerumuskan kita dalam kesombongan.. justru sikapi kekurangan orang lain sebagai ladang amal bagi kita, ladang untuk memaafkan, ladang amal untuk kita bantu orang bisa mengetahui kekurangannya, ladang amal untuk kita bantu dia memperbaiki kekurangannya.. paling tidak do’a yang kita panjatkan.. kekurangan orang lain bukan untuk kita menjadi sombong melainkan ladang amal untuk kita.. inilah yang diharapkan yang insya Allah akan mulia dengan kelebihannya, yaitu ketika dia menjadi rendah hati dihadapan manusia dan semakin merasa rendah dirinya dihadapan Allah SAW…

Penyakit sombong adalah paling minimal.. denagn ciri mendustakan kebenaran dan menganggap rendah orang lain. Jadi sombong itu bisa kena ke orang miskin bisa kena juga ke orang kaya, bisa kena keorang berpangkat, bisa juga kena ke orang yang tidak berpangkat. Orang sombong ciri khasnya adalah tidak suka terhadap kebenaran, tidak suka mendengar nasehat, tidak suka mendengar ilmu tentang agama. Semakin tinggi ketakaburannya maka ia semakin mendustakan kebenaran dan melawan kebenaran itu sendiri.

 Nabi Muhammad tidak termasuk idolanya, “ah kan Nabi hidup di zaman dulu, ah Nabikan.. Ah Nabi itu juga kan..” ya begitu saja ucapanynya seakan-akan nabi itu bukan teladan saat ini. Orang yang sombong tidak mahu merujuk Nabi kita, padahal Rasul adalah uswatun hasanah,

Bolehkah dia solat?? Dia solat, dia shaum, dia zakat, dia haji, dia umrah.. itu sudah baik, tetapi jika sombongnya bertambah parah tidak mahu kalah, cenderung ingin menang sendiri. Selain menolak diserang orang yang suka komen ,selalu menunjukan dialah yang paling benar, dialah yang paling tahu, dia yang paling penting…

“Tidak akan masuk syurga barang siapa yang dalam hatinya terdapat kesombongan, ketakaburan walau sebesar zarah (ukuran yang sangat kecil)”

-Semoga Allah mengampuni kosombongan dan berbagai kesalahan kami…-

Jumaat, 25 Januari 2013



ASSALAMUALAIKUM SAHABAT YANG ANA KASIHI, BERSYUKUR KE HADRAT ILAHI KERANA DAPAT MELUANGKAN MASA ANA UNTUK MENULISKAN DIARI INI.HEHE :)

ALHAMDULILLAH,AKHIRNYA ADA JGK MASA DAN TENAGA UTK MEMBUKA BLOG 
NI..HARAF MAAF SBB SY SGT SIBUK DGN DUNIA..TAPI,,AKHIRNYA ALLAH 
PERMUDAHKN JUA DLM MENYELESAIKAN ASSIGNMENT DAN 
DRAWING..PEMURAHNYA ALLAH KERANA BG SY MASA,TENAGA,DAN WANG..HUHU :)


DLM POST SY NAK CTER PENGALAMAN JELA KELUAR JEMAAH MBUAT DAKWAH KAT 
SERI ISKANDAR,PERAK..MASJID ANA DAH LUPA..HEHE...FIRST TIME LAA 
KATAKN...HEHE

SGT BANYAK PERKARA YG DPT DILAKUKAN SBB SUASANA IMAN YG SGT  
JELAS..PAKAI JUBAH,BERSUGI,SOLAT JEMAAH DI AWAL WAKTU,SOLAT  
 TAHAJUD,SOLAT DHUHA,BELAJAR SUNNAH NABI,DGR KELEBIHAN2 
AMAL,YAKINKAN DIRI DGN LEBIH DAN LEBIH LAGI KEPADA ALLAH..MMG RASA 
MCM DUDUK DALAM ZAMAN NABI KITA LA...

KAT SINI NAK CAKAP..ALLAH SGT2 MELINDUNGI JEMAAH ALLAH YG MELAKUKAN DAKWAH SPERTI MANA ALLAH LINDUNGI PARA2 SAHABAT RASULULLAH DULU..EVEN DGN NIAT JE..ALLAH AKAN MAKBULKAN INSYAALLAH..OLEH ITU,,AMALKN DAKWAH DLM HATI KITA TP YAKIN DGN KUASA ALLAH S.W.T.



(ZOOMING SENDIRI EYYYYY...HIHI)
ADA YG KATA JEMAAH NI SELEKEH, SERABAI , MISKIN..SAPE KATA??KITA SELALU DGR APA YG ORG CKP TP KITA XTAHU HAKIKAT SBNR..EVEN ORG2 TERNAMA PN PERNAH IKUT BUAT DAKWAH BERSAMA KAMI CTH : FADZILLAH KAMSAH,ANELKA (PEMAIN CHELSEA) , PROFESSOR2 DI UNIVERSITI..TAPI INGT..SUATU KISAH PD ZAMAN SAHABAT..KETIKA SORG NI NAK G BERDAKWAH..ALLAH TERUS BERFIRMAN : SSUNGGUHNYA AKU TELAH MEMBELI HATI DAN JIWA ORANG INI (BERDAKWAH) DENGAN SYURGA..MASYAALLAH..BELUM LAGI PERGI BERDAKWAH..APA2 PUN YAKIN DENGAN KELEBIHAN2 YG ALLAH DAH JANJIKN K :))

Khamis, 24 Januari 2013

DAKWAH PAYUNG

kejahilan dalam berdakwah memang sesuatu yang tidak asing dalam zaman mencintai dunia.

PERKARA YANG SENTIASA KITA DENGAR DARI SAHABAT KITA JIKA KITA MENYAMPAIKAN SESUATU NASIHAT.
 
"JANGAN MENYIBUK LAA KO. DIRI SENDIRI TAK BETUL NIY NAK BETULKAN ORANG."
 APA PERASAAN ANTUM SEMUA JIKA DI KATAKAN BEGITU???

FIKIR SEJENAK................................

ADAKAH KITA AKAN TERUS MEMBANTAH ATAU TINGGALKAN PERKARA ITU DENGAN KEADAAN MALU??

INGAT!!! NAK BERDAKWAH KENALAH ADA SKILL.. :-)

'RASULULLAH S.A.W BERDAKWAH MELALUI AKHLAK BAGINDA YANG SUNGGUH INDAH KERNA RASULULLAH S.A.W ADALAH  HUSWATUN HASANAH IAITU CONTOH TERBAIK/SEBAIK- BAIK CONTOH.'